astronomi dasar

astrophysicsPerkembangan astronomi
Seiring dengan penyelenggaraan APRIM 2005, baik juga disampaikan perkembangan astronomi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dr Moedji Raharto dari Departemen Astronomi ITB melihat meningkatnya kunjungan ke Observatorium Bosscha, bertambahnya jumlah mahasiswa, dan meningkatnya peserta Olimpiade Astronomi sebagai salah satu indikator naiknya minat masyarakat terhadap astronomi.

Meski meningkat, tentu saja pendidikan astronomi masih tetap bercorak the happy few tadi, mengingat di Indonesia pendidikan ini masih hanya ada di ITB, yang kini dikelola staf berkekuatan 12 orang yang berjenjang S3, seorang guru besar, dan empat berjenjang S2. Pendidikan ini menghasilkan rata-rata lima lulusan setiap tahunnya.

Dr Moedji mencatat, APRIM 2005 mencerminkan kiprah astronom Indonesia setelah generasi Prof Dr Bambang Hidayat dan Dr Jorga Ibrahim, yang bisa disebut sebagai generasi pertama astronom asli Indonesia setelah pendidikan ini lahir di Indonesia.

Dengan skala yang ada, memang tidak setiap lulusan lalu bergabung di Departemen Astronomi ITB, atau melanjutkan karier sebagai astronom profesional. Sejumlah alumnus memilih melanjutkan karier di lembaga lain, seperti di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), di Planetarium Jakarta, di perguruan tinggi, dan bahkan di lembaga ilmiah di luar negeri.

Untuk riset, astronomi�yang masih banyak dipersepsikan sebagai sains yang tidak terkait langsung dengan urusan sehari-hari�mungkin belum mendapatkan anggaran yang dipandang memadai. Ini membuat pengembangan sarana amat lamban, padahal dalam skala dunia, teleskop angkasa Hubble saja kini telah disusul dengan teleskop Spitzer yang bisa menangkap sinar bintang dari galaksi yang paling jauh.

Di tengah keterbatasan yang ada, Dr Moedji masih punya keyakinan, meski instrumen yang ada di Bosscha berukuran kecil, alat rekam observasi dan aksesori yang ada masih memberi peluang bagi astronom Indonesia untuk menyumbangkan karya ilmiah. Terus munculnya karya ilmiah inilah yang juga dijadikan dasar oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi Dr Ir Kusmayanto Kadiman dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof Dr Ir Satryo S Brodjonegoro untuk terus mendukung astronomi di Indonesia.

APRIM 2005 menjadi bukti bahwa astronomi di Indonesia eksis dan diakui sumbangan ilmiahnya (scientifically respected). Kalau tidak, mustahil IAU�induk organisasi astronomi dunia berpusat di Paris yang berdiri tahun 1919 dan kini beranggotakan lebih dari 9.000 astronom dari 67 negara�mengizinkan APRIM diselenggarakan di sini.

Yang tidak kalah menarik, APRIM 2005 juga meneguhkan bahwa ternyata visi yang di awal abad ke-20 diletakkan oleh KAR Bosscha tetap aktual hingga hari ini, bahwa Nusantara ideal untuk astronomi, dan bahwa astronomi yang mencari hakikat manusia di alam semesta akan semakin penting di masa-masa yang akan datang.

Bosscha pantas dikenang setiap kali berlangsung kegiatan besar astronomi di Indonesia karena tanpa visinya, dan tanpa kedermawanannya, sulit dibayangkan bagaimana astronomi akan tumbuh dan berkembang di sini. Usahawan Belanda yang kaya raya karena mengembangkan perkebunan teh di Pangalengan, Jawa Barat, inilah yang pada tahun 1920 mendirikan Himpunan Astronomi Hindia-Belanda (Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereniging, NISV) dan kemudian membelikannya sarana penting untuk aktivitasnya, berupa teropong refraktor dobel Zeiss yang setelah hampir 80 tahun masih terus berbakti.

Jarak antara KAR Bosscha dan APRIM 2005 memang delapan dekade, tetapi jarak sejauh itu tidak berarti peredupan, sebagaimana penampakan cahaya bintang dan galaksi yang meredup ditelan jarak triliunan kilometer. Visi Bosscha tampaknya justru akan terus menjadi obor dan inspirasi bagi astronom Indonesia, atau siapa pun yang mengapresiasi ikhtiar luhur untuk memahami semesta dan segala isinya.
Sumber : Kompas (25 Juli 2005)

Pengertian/Definisi Meteor, Meteorit, Komet, Satelit, Bintang & Planet – Pendidikan Dasar Astronomi Tata Surya Fisika
Mon, 04/06/2007 – 10:24pm

Berikut di bawah ini adalah arti dasar yang sederhana dari benda-benda langit yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu meteor, meteorit, komet dan satelit :

A. Meteor

Meteor adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi yang mengakibatkan terjadinya gesekan permukaan metor dengan udara dalam kecepatan tinggi. Akibat adanya gesekan yang yang cepat tersebut menimbulkan pijaran api dan cahaya yang dari kejauhan kita melihatnya seperti bintang jatuh.

B. Meteorit

Meteorit adalah benda-benda di luar angkasa dengan kecepatan yang cepat. Jumlah meteorit di angkasa raya tidak terhitung karena sangat banyak dengan berbagai bentuk, jenis, bahan kandungan, warna, sifat dan sebagainya.

C. Komet

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang bentuknya sangat lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang sangat panjang.

D. Satelit

Satelit adalah benda yang mengelilingi planet yang memiliki orbit peredaran sendiri. Satelit bersama planet yang dikelilinginya secara bersama-sama mengelilingi bintang. Bulan adalah satelit alami yang dimiliki oleh bumi yang bersama bumi mengelilingi matahari, sedangkan satelit palapa, satelit b1, dan sebagainya adalah satelit buatan manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu seperti untuk komunikasi, mata-mata, riset, dan lain sebagainya.

E. Bintang

Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti pelanet bumi, merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus dan jupiter.

F. Planet

Planet adalah benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya. Planet yang dekat dengan bumi dapat kita lihat setiap hari dengan mata telanjang seperti planet venus yang disebut orang sebagai bintang fajar.

About these ads

4 Responses to astronomi dasar

  1. 177d mengatakan:

    semoga berguna bagi kalian
    hehehe2x

  2. Marisa mengatakan:

    makasih ;)

  3. hendy's mengatakan:

    wah…. semangat yan….

    mampir ke blog sya jga y… yan

    di

    http://pelajarhebat.blogspot.com/

    thx yan..

  4. satya mengatakan:

    tHankzzz Bgt ya…,smoga zHa q bsa menang OLIMPIADE ASTRONOMI…, aMiEn.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: